Bab 12 Mantram Kramaning Sembah (Panca Sembah)
Bab 12 Mantram Kramaning Sembah (Panca Sembah)
Sebelum melaksanakan Mantram Kramaning Sembah, pemangku biasanya menyarankan agar Pemedek menyucikan bunga dengan asap dupa. Berikut adalah Mantramnya.
Om puspa dantà ya namah swaha
Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini cemerlang dan suci.
Urutan-urutan sembah baik pada waktu sembahyang sendiri ataupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh Sulinggih atau seorang Pemangku adalah seperti di bawah ini:
1. Sembah puyung (sembah dengan tangan kosong)
Om atma tattwatma suddha mam swaha
Om, atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba.
2. Sembah pakai bunga (Menyembah Sanghyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya)
Om Aditisya paramjyoti,
rakta teja namo’stute,
sveta pankaja madhyastha,
bhaskaraya namo’stute
Om, sinar surya yang maha hebat,
Engkau bersinar merah,
hormat pada-Mu,
Engkau yang berada di tengah-tengah teratai putih,
Hormat pada-Mu pembuat sinar.
3. Sembah pakai Kwangen atau bunga lengkap
(Menyembah Tuhan sebagai Ibu Dewata pada hari dan tempat persembahyangan)
Ibu Dewata artinya Dewata yang diingini hadirnya pada waktu pemuja memuja-Nya. Ista Dewata adalah perwujudan Tuhan dalam berbagai wujud-Nya seperti Brahma, Wisnu, Siwa, Saraswati, Gana, dan sebagainya. Karena itu mantramnya bermacam-macam sesuai dengan Dewata yang dipuja pada hari dan tempat itu. Misalnya pada hari Saraswati yang dipuja adalah Dewi Saraswati dengan Saraswati Swaha. Pada hari lain dipuja Dewata yang lain dengan stawa-stawa yang lain pula. Pada persembahyangan seperti pada persembahyangan hari Purnama dan Tilem, Dewata yang dipuja adalah Sang Hyang Siwa yang berada di mana-mana. Stawanya sebagai berikut:
Om nama deva adhisthanneya,
sarva vyapi ca siwe,
padmasana ekapratisthaya,
ardhanaresvaryai namo namah
Om, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi, kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat, kepada Ardhanareswari, hamba menghormat.
4. Sembah pakai Kwangen lagi atau bunga lengkap (Menyembah Tuhan sebagai Pemberi Anugrah)
Om anugraha manohara,
devadatta nugrahakam
arcanam sarva pujananam,
namah sarva nugrahakam
deva devi mahasiddhi,
yajnanga nirmalatmakam
laksmi siddhisca dirghayuh,
nirvighna sukha vrddhisca
Om, Engkau yang menarik hati, pemberi anugerah,
anugerah pemberian dewa, pujian semua pujaan,
hormat pada-Mu pemberi semua anugerah.
Kemahasidian Dewa dan Dewi, berwujud yadnya, pribadi suci. kebahagiaan, kemakmuran, umur panjang, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan
5. Sembah puyung (Sembah dengan tangan kosong)
Om deva suksma paramacintya nama swaha
Om, hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi yang gaib
Daftar pustaka:
1) Buku Pujastawa
(tuntunan mantra untuk piodalan dan harian)
Gede Agus Budi Adnyana
Penerbit Gandapura Gianyar 2010
2) buku doa sehari-hari
(keluarga dan masyarakat Hindu)
Ida pandhita Mpu Jaya Wijayananda
Penerbit paramita surabaya 2004
3) Buku Panca Sembah
(sikap yang ampuh untuk membangkitkan Kundalini)
Guru Made Sumantra)
Penerbit Gandapura Gianyar 2012
Komentar