Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Bab 12 Mantram Kramaning Sembah (Panca Sembah)

Bab 12 Mantram Kramaning Sembah (Panca Sembah) Sebelum melaksanakan Mantram Kramaning Sembah, pemangku biasanya menyarankan agar Pemedek menyucikan bunga dengan asap dupa. Berikut adalah Mantramnya. Om puspa dantà ya namah swaha   Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini cemerlang dan suci.   Urutan-urutan sembah baik pada waktu sembahyang sendiri ataupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh Sulinggih atau seorang Pemangku adalah seperti di bawah ini:   1. Sembah puyung (sembah dengan tangan kosong)   Om atma tattwatma suddha mam swaha   Om, atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba.   2. Sembah pakai bunga (Menyembah Sanghyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya)   Om Aditisya paramjyoti, rakta teja namo’stute, sveta pankaja madhyastha, bhaskaraya namo’stute   Om, sinar surya yang maha hebat, Engkau bersinar merah, hormat pada-Mu, Engkau yang berada di tengah-tengah teratai putih, Hormat pada-Mu pembuat sinar.   3.  Sembah pakai Kwangen a...

Bab 11 PUJA TRISANDHYA

Bab 11 PUJA TRISANDHYA   Puja Trisandhya, sebagaimana tersirat dari namanya, secara harfiah diartikan sebagai persembahyangan sekaligus jalinan hubungan batin yang terus-menerus terpelihara dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Yang Maha Menyeluruh, yang dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu hari. Tiga waktu ini bukan sekadar pembagian jam di atas permukaan bumi, melainkan momen-momen suci di mana alam dan diri manusia bergetar selaras dengan ritme semesta: saat fajar menyingsing ketika matahari baru terbit, tengah hari ketika cahaya berada di puncaknya, dan senja ketika cahaya perlahan berpulang untuk memberi ruang kepada kegelapan. Pada ketiga saat inilah jiwa diingatkan untuk kembali pulang, berhenti sejenak dari segala urusan dunia, dan mengarahkan pandangannya kepada Yang Maha Sumber dari segala cahaya dan kehidupan.   Tidak ada paksaan dalam pelaksanaannya, melainkan kesadaran yang tumbuh dari keinginan tulus untuk dekat dengan Yang Maha Hadir. Puja Trisandhya menjadi j...

Bab 10 MANTRA-MANTRA KHUSUS

Bab 10 MANTRA-MANTRA KHUSUS   Beberapa mantra khusus yang akan diuraikan di bawah ini diantaranya mantra yang biasa diucapkan oleh berbagai profesi, serta saat-saat khusus lainnya.   A. Berdasarkan Profesi/Pekerjaan   1. Pedagang   - Pelinggih : Pelangkiran - Mantra : Om Kuwera Dewa Ya Namah Swaha - Segehan : Putih-Kuning - Mantra : Ih, Sang Kala Katung Boktya Namah Swaha - Arti : Ya, Sang Kala Katung, hamba menghaturkan persembahan ini, semoga berkenan.   2. Petugas Kesehatan/Tabib Tradisional   - Pelinggih : Pelangkiran - Mantra : Om Sang Hyang Aswino Dewa Ya Namah Swaha. Om Bhagawan Kasyapa Ya Namah Swaha - Mantra lain : Ih, Sang Bhūta Karipagan Bhoktya Namah Swaha - Arti : Ya, Sang Bhūta Kapiragan, hamba menghaturkan persembahan ini, semoga berkenan.   3. Prajurit   (Samaweda, Purvarchika II. 4. 9)   - Mantra : Om endra Pṛkṣu Kāsu Ciṅrmṇam, Tuṅusu Dehi Naḥ Satrūjid Ugra Pauṁsyāṁ - Arti : Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, karuniakanlah kami kekuat...

Bab 9 NAIMITIKA UPĀSANA MANTRA

Bab 9 NAIMITIKA UPĀSANA MANTRA Di tengah kehidupan masyarakat Hindu yang berakar kuat, terdapat kekayaan pelaksanaan berdoa  yang tidak hanya berpusat di pura atau dipimpin oleh para pemangku dan pendeta semata, melainkan juga tumbuh dan mewujud di lingkungan yang paling dekat dengan hati, yaitu di dalam lingkungan keluarga sendiri. Ada banyak yajña, atau pengorbanan suci dan persembahan tulus, yang secara turun-temurun dilaksanakan oleh warga masyarakat pada saat-saat tertentu yang disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidup seseorang maupun keluarga. Dalam pelaksanaannya, upakara yang disusun dan dihaturkan pada yajña-yajña ini dikerjakan sendiri oleh para anggota keluarga, tanpa menunggu tuntunan langsung dari seorang Pemangku atau Pendeta. Hal ini menunjukkan bahwa kesucian dan keterhubungan manusia dengan Yang Maha Agung tidak terbatas pada dinding tempat sembahyang maupun jabatan pemimpin agama; setiap orang yang berniat tulus, bersih hatinya, dan in...

Bab 8 DAINIKA UPĀSANA MANTRA

Bab 8 DAINIKA UPĀSANA MANTRA   Beberapa Mantra yang biasa dipergunakan untuk yajña yang bersifat kontinyu atau sehari-hari diantaranya:   A. Yajña Setelah Memasak (Banten Saiban)   1. Di Dapur   a. Tempat Beras   - Doa : Om Śrī Dewya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai penguasa Amertha, hamba bersujud pada-Mu.   b. Kompor / Tungku   - Doa : Om Sang Hyang Tri Agni Ya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Agni, sebagai penguasa penerang dalam kegelapan, sebagai sumber energi bagi kehidupan, hamba bersujud pada-Mu.   c. Tempat Air   - Doa : Om Gangga Dewya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Dewi Gangga, hamba bersujud pada-Mu.   d. Pelangkiran   - Doa : Om Om Dewa Datta Ya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Purusa Predana, sebagai sumber dari kehidupan, hamba bersujud kepada-Mu.   2. Di Sumur   - Doa : Om Ung Wisnu Ya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam ...