Postingan

Bab 12 Mantram Kramaning Sembah (Panca Sembah)

Bab 12 Mantram Kramaning Sembah (Panca Sembah) Sebelum melaksanakan Mantram Kramaning Sembah, pemangku biasanya menyarankan agar Pemedek menyucikan bunga dengan asap dupa. Berikut adalah Mantramnya. Om puspa dantà ya namah swaha   Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini cemerlang dan suci.   Urutan-urutan sembah baik pada waktu sembahyang sendiri ataupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh Sulinggih atau seorang Pemangku adalah seperti di bawah ini:   1. Sembah puyung (sembah dengan tangan kosong)   Om atma tattwatma suddha mam swaha   Om, atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba.   2. Sembah pakai bunga (Menyembah Sanghyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya)   Om Aditisya paramjyoti, rakta teja namo’stute, sveta pankaja madhyastha, bhaskaraya namo’stute   Om, sinar surya yang maha hebat, Engkau bersinar merah, hormat pada-Mu, Engkau yang berada di tengah-tengah teratai putih, Hormat pada-Mu pembuat sinar.   3.  Sembah pakai Kwangen a...

Bab 11 PUJA TRISANDHYA

Bab 11 PUJA TRISANDHYA   Puja Trisandhya, sebagaimana tersirat dari namanya, secara harfiah diartikan sebagai persembahyangan sekaligus jalinan hubungan batin yang terus-menerus terpelihara dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Yang Maha Menyeluruh, yang dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu hari. Tiga waktu ini bukan sekadar pembagian jam di atas permukaan bumi, melainkan momen-momen suci di mana alam dan diri manusia bergetar selaras dengan ritme semesta: saat fajar menyingsing ketika matahari baru terbit, tengah hari ketika cahaya berada di puncaknya, dan senja ketika cahaya perlahan berpulang untuk memberi ruang kepada kegelapan. Pada ketiga saat inilah jiwa diingatkan untuk kembali pulang, berhenti sejenak dari segala urusan dunia, dan mengarahkan pandangannya kepada Yang Maha Sumber dari segala cahaya dan kehidupan.   Tidak ada paksaan dalam pelaksanaannya, melainkan kesadaran yang tumbuh dari keinginan tulus untuk dekat dengan Yang Maha Hadir. Puja Trisandhya menjadi j...

Bab 10 MANTRA-MANTRA KHUSUS

Bab 10 MANTRA-MANTRA KHUSUS   Beberapa mantra khusus yang akan diuraikan di bawah ini diantaranya mantra yang biasa diucapkan oleh berbagai profesi, serta saat-saat khusus lainnya.   A. Berdasarkan Profesi/Pekerjaan   1. Pedagang   - Pelinggih : Pelangkiran - Mantra : Om Kuwera Dewa Ya Namah Swaha - Segehan : Putih-Kuning - Mantra : Ih, Sang Kala Katung Boktya Namah Swaha - Arti : Ya, Sang Kala Katung, hamba menghaturkan persembahan ini, semoga berkenan.   2. Petugas Kesehatan/Tabib Tradisional   - Pelinggih : Pelangkiran - Mantra : Om Sang Hyang Aswino Dewa Ya Namah Swaha. Om Bhagawan Kasyapa Ya Namah Swaha - Mantra lain : Ih, Sang Bhūta Karipagan Bhoktya Namah Swaha - Arti : Ya, Sang Bhūta Kapiragan, hamba menghaturkan persembahan ini, semoga berkenan.   3. Prajurit   (Samaweda, Purvarchika II. 4. 9)   - Mantra : Om endra Pṛkṣu Kāsu Ciṅrmṇam, Tuṅusu Dehi Naḥ Satrūjid Ugra Pauṁsyāṁ - Arti : Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, karuniakanlah kami kekuat...

Bab 9 NAIMITIKA UPĀSANA MANTRA

Bab 9 NAIMITIKA UPĀSANA MANTRA Di tengah kehidupan masyarakat Hindu yang berakar kuat, terdapat kekayaan pelaksanaan berdoa  yang tidak hanya berpusat di pura atau dipimpin oleh para pemangku dan pendeta semata, melainkan juga tumbuh dan mewujud di lingkungan yang paling dekat dengan hati, yaitu di dalam lingkungan keluarga sendiri. Ada banyak yajña, atau pengorbanan suci dan persembahan tulus, yang secara turun-temurun dilaksanakan oleh warga masyarakat pada saat-saat tertentu yang disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidup seseorang maupun keluarga. Dalam pelaksanaannya, upakara yang disusun dan dihaturkan pada yajña-yajña ini dikerjakan sendiri oleh para anggota keluarga, tanpa menunggu tuntunan langsung dari seorang Pemangku atau Pendeta. Hal ini menunjukkan bahwa kesucian dan keterhubungan manusia dengan Yang Maha Agung tidak terbatas pada dinding tempat sembahyang maupun jabatan pemimpin agama; setiap orang yang berniat tulus, bersih hatinya, dan in...

Bab 8 DAINIKA UPĀSANA MANTRA

Bab 8 DAINIKA UPĀSANA MANTRA   Beberapa Mantra yang biasa dipergunakan untuk yajña yang bersifat kontinyu atau sehari-hari diantaranya:   A. Yajña Setelah Memasak (Banten Saiban)   1. Di Dapur   a. Tempat Beras   - Doa : Om Śrī Dewya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai penguasa Amertha, hamba bersujud pada-Mu.   b. Kompor / Tungku   - Doa : Om Sang Hyang Tri Agni Ya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Agni, sebagai penguasa penerang dalam kegelapan, sebagai sumber energi bagi kehidupan, hamba bersujud pada-Mu.   c. Tempat Air   - Doa : Om Gangga Dewya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Dewi Gangga, hamba bersujud pada-Mu.   d. Pelangkiran   - Doa : Om Om Dewa Datta Ya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Purusa Predana, sebagai sumber dari kehidupan, hamba bersujud kepada-Mu.   2. Di Sumur   - Doa : Om Ung Wisnu Ya Namah Swaha - Arti : Ya Tuhan, dalam ...

Bab 7 Wirama Mantra

Bab 7 Wirama Mantra   Wirama atau irama dalam menyanyikan mantra sangatlah penting. Sebab dengan irama yang tepat, mantra akan semakin tepat bunyi dan maknanya pula. Kesalahan dalam pembacaan wirama tidak hanya mengurangi keindahan, tetapi bahkan dapat mengubah arti mantra secara keseluruhan. Itulah sebabnya diperlukan pemahaman yang benar tentang metrum dan wirama, agar mantra dapat dilantunkan dengan indah, tepat, dan bermakna seutuhnya.   Metrum atau wirama dalam tradisi Veda pada dasarnya tersusun dari satuan suku kata yang teratur. Sebagian besar terdiri dari tiga baris, namun ada pula yang bertambah menjadi empat baris, dengan jumlah suku kata yang berbeda-beda pada setiap jenisnya. Setiap metrum memiliki ciri khas, panjang pendeknya bunyi, serta jumlah suku kata yang sudah ditetapkan sejak dahulu dengan sangat teliti.   Berikut adalah metrum-metrum yang pendek, yang sering digunakan dalam berbagai mantra harian:   1. Gayatri — terdiri dari 24 suku kata, yaitu ...

Bab 6 Mantra Veda dalam Ista Dewata

Bab 6 Mantra Veda dalam Ista Dewata   Dalam kitab mantra Veda, terdapat banyak mantra yang disusun untuk memuja dan memeluk Ista Dewata dalam berbagai wujud dan aspek. Tentu saja, para Dewata yang dimaksud mencakup golongan Asta Vasu, dua belas Aditya, sekaligus Maharudra, wujud-wujud yang menyatu dalam hakikat Yang Esa.   Tad eva-agnis tad Adityas Tad vaayus tad u candramah Tad eva sukram tad brahma Taa aapah sa orajapatih   Ya Tuhan yang Maha Kuasa, Engkau dikenal dengan beraneka nama: Agni yang menyala, Aditya yang bersinar, Vayu yang berhembus, Candramas yang menyejuk, Sukra yang murni, Brahman yang maha menyeluruh, dan Prajapati yang menciptakan. Segala nama itu hanyalah jalan menuju Diri-Mu yang satu, yang meliputi dan mengisi segala yang ada di alam semesta ini. Demikianlah sabda dalam Yajur Veda, XXXII.1, mengingatkan kita bahwa di balik segala nama dan rupa, sesungguhnya hanya Engkau yang ada.   Kepada Sang Hyang Vasu, yang senantiasa bersinar dan menopang k...

Bab 5 Mantra Upasana

Bab 5 Mantra Upasana   Mantra ini adalah puja mantra yang dapat dilakukan sehari-hari dan juga merupakan satu hal yang menyatukan kita senantiasa berjalan dalam wilayah kebenaran. Mantra bangun pagi adalah sebagai berikut:   Om utedanim bhagavantah syamota prapitva uta madhye ahnam Utodita maghavanta suuryasya vayam Devaanam sumatau syama   "Ya Tuhan yang Maha pemurah, jadikanlah kami selalu berbakti baik pada pagi hari, menjelang tengah hari, apalagi saat matahari berada di atas kepala kami. Semoga para dewata berkenan memberikan anugerah kepada kami" (Reg Veda. VII. 4. 1. 4)   Mantra saat kita mandi:   Om idamaapah pra vahata Yaktim ca duritam mayi Yadvaham abhidudroha yadva Sapa utaanrtam   "Ya Tuhan, maha kuasa. Dosa apapun yang terdapat dalam diri kami, kejahatan apapun yang telah kami lakukan, demikian juga kebohongan apapun yang telah kami katakan, semoga dengan air ini yang diberkahi ini, menjauhkan kami dari segala macam kesalahan" (Reg Veda. X. 9....

Bab 4 Puja Mantra untuk Kahyangan

Bab 4 Puja Mantra untuk Kahyangan   Mantra untuk di Pura Bale Agung, di mana yang berstana di sana adalah Bhatara Brahma sebagai guru dan juga pandita seluruh Desa. Maka menggunakan mantra sebagai berikut:   Om isano sarwa widyanam Iswara sarwa bhutanam Brahmano dipati Brahman Siwastu sada siwaya Om siwa dipataya namah swaha   "Ya Tuhan yang maha tunggal. Maha besar yang maha kuasa, menguasai semua makhluk, selaku Bhatara Brahma, raja dan pemimpin segala macam brahmana selaku Siwa dan juga Sadasiva."   Untuk di Pura Puseh, yang nota bene adalah kahyangan untuk Ida Bhatara Wishnu sebagai pemelihara, maka menggunakan mantra sebagai berikut:   Om Giripati mahaviryam Mahadewa pratistha lingam Sarwa dewa pranayanam Sarwa jagat prathistanam Om giripati dipata ya namah swaha   Mantra untuk Memuja Bhatara Sagara sebagai berikut:   Om nagendra krura murtinam Gajendra mitsya waktram Baruna dewa masariram Sarwa Jagat suddhatmakam   "Ya Tuhan sebagai raja par...

Bab 3 Puja Mantra Upacara

Bab 3 Puja Mantra Upacara   Mantra untuk melukat banten, seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya bahwa air yang dimohonkan dengan Puja gangga tadi digunakan. Dan untuk melukat banten, maka diperlukan mantra sebagai berikut:   Om pakulun hyang hyang ning prana prani Hyang hyang ning sarwa tumuwuh Pakulun manusa nira handa sih waranugrahan nira Nanda tirtha panglukatan Ledang paduka bhatara anglukat Angelebur dasa malaning babanten kabeh Yan hana kalangkahang dening sona Kaiberan dening ayam Kacekel dening wong camah Kaporod dening wek Ya ta kaprayascita denira sang hyang suci nirmala Makadi sang hyang lewihing babanten Wastu siddha paripurna Om siddhi rastu ya namah swaha   Air yang terdapat di sangku kemudian dituangkan ke dalam tempat bayakan, lalu mantra-nya adalah:   Om antiganing sawung pangawak Sang hyang galacandu sagilingan Panglanganing mala papa pataka Om bang bamadewa Om dewa bayu angiberakena lara roga wigna Om sah wausat ya namah swaha Om sang bhuta namp...

Bab 2 Langkah Menuju Kesucian Hati

Bab 2 Langkah Menuju Kesucian Hati   Penyucian diri adalah pintu gerbang sebelum mempersembahkan bakti kepada Yang Suci. Sebelum memulai segala pemujaan, piodalan, maupun persembahan harian, hendaklah kita membersihkan diri — bukan hanya tubuh, melainkan juga pikiran, perkataan, dan hati. Penyucian ini bukan sekadar membasuh debu dari tubuh, melainkan membuang segala kekotoran batin: kemarahan, iri hati, keserakahan, dan keangkuhan yang menghalangi kedekatan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.   Terdapat langkah-langkah yang dilalui dalam penyucian diri, dimulai dari membersihkan tempat, menyusun niat, hingga memantapkan hati. Pertama adalah Membersihkan Tangan , menata tempat agar rapi, bersih, dan tenang — mencerminkan ketertiban alam semesta. Selanjutnya Pranayama, mengatur napas dan menenangkan pikiran agar tidak terganggu oleh kegelisahan. Kemudian Memuja Gangga, memohon air suci yang  melambangkan penghapusan segala noda dan kesalahan yang pernah diperbuat. Setiap ger...

Bab 1 Puja Stava: Persembahan Hati yang Satu.

Judul buku:  Pujastawa                        Pemangku (Tuntunan Mantra Suci Untuk Pemangku)  Penyusun: Made Budilana.  Kata Pengantar   Segala puji bagi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, Sumber segala cahaya, kehidupan, dan kebijaksanaan. Atas rahmat-Nya, buku sederhana ini dapat tersusun dan hadir di tangan Anda.   Buku yang berjudul Pujastawa Pemangku (Tuntunan Mantra Suci — untuk Pemangku ini disusun sebagai penuntun sederhana bagi siapa pun yang ingin melangkah lebih dekat kepada Yang Suci melalui lantunan doa dan persembahan sehari-hari. Tidak ditulis untuk menggantikan kitab suci atau ajaran leluhur, melainkan untuk menjembatani agar makna di balik setiap kata yang dilantunkan dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.   Pemujaan bukan sekadar mengulang kata-kata yang indah. Ia adalah penyatuan hati, pikiran, dan perbuatan. Piodalan di pura maupun pers...