Bab 6 Mantra Veda dalam Ista Dewata

Bab 6 Mantra Veda dalam Ista Dewata
 
Dalam kitab mantra Veda, terdapat banyak mantra yang disusun untuk memuja dan memeluk Ista Dewata dalam berbagai wujud dan aspek. Tentu saja, para Dewata yang dimaksud mencakup golongan Asta Vasu, dua belas Aditya, sekaligus Maharudra, wujud-wujud yang menyatu dalam hakikat Yang Esa.
 
Tad eva-agnis tad Adityas
Tad vaayus tad u candramah
Tad eva sukram tad brahma
Taa aapah sa orajapatih
 
Ya Tuhan yang Maha Kuasa, Engkau dikenal dengan beraneka nama: Agni yang menyala, Aditya yang bersinar, Vayu yang berhembus, Candramas yang menyejuk, Sukra yang murni, Brahman yang maha menyeluruh, dan Prajapati yang menciptakan. Segala nama itu hanyalah jalan menuju Diri-Mu yang satu, yang meliputi dan mengisi segala yang ada di alam semesta ini. Demikianlah sabda dalam Yajur Veda, XXXII.1, mengingatkan kita bahwa di balik segala nama dan rupa, sesungguhnya hanya Engkau yang ada.
 
Kepada Sang Hyang Vasu, yang senantiasa bersinar dan menopang kehidupan, kami memohon kebijaksanaan yang menuntun langkah kami:
 
Hamsa sucisad
Vasur antariksad
Hota vidisad
Atithir duronasat
 
Engkau bagaikan angsa yang terbang di ketinggian, murni dan terang; Engkau menetap di ruang angkasa, menyokong segala ciptaan; Engkau menjadi penunjuk jalan bagi yang mencari; Engkau hadir di tengah-tengah kami bagaikan tamu yang terhormat, beristirahat di rumah hati yang suci. Engkau berada di mana-mana, namun hanya yang bersih hatinya yang mampu menyadari kehadiran-Mu yang senantiasa menyertai.
 
Kami memuja Bhatara Surya, cahaya yang tak pernah padam, agar kami senantiasa berjalan dalam terang keterangan dan mendapat ketenangan jiwa:
 
Devam devatraa suryam
Aganma jyotir uttamam
 
Semoga kami sampai kepada Tuhan yang Maha Kuasa, terang yang sejati, bagaikan matahari yang menyinari seluruh alam. Di dalam cahaya-Mu, kami melihat cahaya; di dalam kebenaran-Mu, kami menemukan jalan pulang. Demikianlah doa yang diwariskan dari Reg Veda, I.50.10, mengajarkan kami untuk menjadikan Tuhan sebagai cahaya penuntun, agar tidak tersesat di tengah kegelapan keraguan.
 
Di samping itu, kami memohon kekuatan batin yang tak tergoyahkan, keteguhan hati yang tak mudah goyah, semangat yang senantiasa menyala untuk kebaikan:
 
Agne tapas tapyaamahe
Upa tapyaamahe tapah
Srutaaani srnvanto vayam
Aayusmantah sumedhasah
 
Ya Tuhan, bagai api yang murni, kami menempuh jalan pengendalian diri dan pemurnian jiwa. Kami melatih batin, memantapkan hati, agar menjadi manusia yang panjang umur dalam kebijaksanaan, kuat dalam semangat, dan cerdas dalam membedakan yang benar dan yang salah. Bukan sekadar umur yang panjang, melainkan umur yang bermakna, diisi dengan pengabdian dan pemahaman yang mendalam. Inilah permohonan yang tertulis dalam Atharva Veda, VII.61.2, mengingatkan bahwa kekuatan sejati bukanlah kekuatan yang menindas, melainkan kekuatan untuk mengalahkan diri sendiri.
 
Kami pun memohon kesucian hati, agar tempat tinggal-Mu di dalam dada kami senantiasa bersih dan layak:
 
Yatra brahmavido yaanti
Diksaaya tapasaa saha
Brahmaa maa tatra nayatu
Brahmaa brahma dadhaatu me
 
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa menuntun kami ke tempat yang paling suci, tempat para pencari kebenaran pulang. Di sana, kami menemukan kebenaran yang abadi, yang tak dapat dicuri, tak dapat dibeli, dan tak dapat diwarisi selain dengan ketulusan hati. Semoga Engkau menanamkan pengetahuan sejati ke dalam batin kami, agar kami tidak hanya mengetahui, tetapi juga menghayati; tidak hanya mendengar, tetapi juga melaksanakan. Seperti yang tercantum dalam Atharva Veda, XIX.43.8, kesucian bukanlah pemberian semata, melainkan hasil perjuangan membersihkan diri dari segala kotoran hati—iri, dengki, sombong, dan tamak.
 
Semua mantra ini mengajarkan satu kebenaran yang sama: bahwa Tuhan itu dekat, lebih dekat dari napas kami sendiri. Ia hadir sebagai cahaya matahari, sebagai panas api, sebagai hembusan angin, sebagai ketenangan rembulan, sebagai kasih sayang yang tak putus. Tak perlu mencari-Nya jauh ke angkasa atau jauh ke seberang lautan, karena Ia ada di sini, di dalam hati yang tenang, di dalam tindakan yang jujur, di dalam kasih yang tulus.
 
Berbagai nama, berbagai rupa, berbagai cara memuja—semuanya menuju ke Satu. Bagaikan sungai yang beraliran dari berbagai arah, akhirnya semuanya bermuara ke samudra yang sama. Demikianlah setiap doa yang tulus, setiap usaha untuk menjadi lebih baik, setiap pengorbanan yang ikhlas, semuanya akan sampai kepada-Nya, Sang Sumber Segala Kehidupan.
 
Maka marilah kami memelihara kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan, karena di sanalah pintu menuju kehadiran-Nya terbuka lebar. Bukan dengan harta yang melimpah, bukan dengan pujian yang indah, melainkan dengan hati yang rendah, tulus, dan penuh kasih, kami mendekat kepada-Mu.
 

Komentar